2/6/13

Bereksperimen dengan sound effect delay

Sejujurnya, saya memang hampir setahun lupa untuk membuat posting-posting baru di blog ini. Kesibukkan saya menggarap project-project pekerjaan yang jauh dari dunia recording membuat saya kehilangan waktu dan inspirasi saya untuk menulis. Hingga seminggu lalu, saat saya mengunjungi kaskus untuk mencari tablet pc untuk anak saya, saya bertemu seorang penjual yang ternyata mengenali nama saya kerena ia adalah salah satu visitor tetap blog ini. Posting ini memang merupakan special request darinya, dengan permintaan simple,yang saya tahu jawabannya tidak akan simple :), namun tetap sengaja saya tulis cepat-cepat agar discount 10% yang dijanjikan untuk tablet pc tersebut tidak melayang :). Terlepas dari itu, posting inipun merupakan pemenuhan janji saya kebeberapa pengunjung yang telah meluangkan waktu untuk mengirimkan email meminta saya menulis posting baru. 

Sound effect delay : the oldest effect 

Sound effect delay merupakan salah satu sound effect tertua yang digunakan dalam dunia rekaman. Salah satu alasannya adalah sound effect tersebut sangat mudah dibuat dan digunakan menggunakan pita rekaman analog. Sound effect delay tersebut terbagi atas dua kategori, yaitu echo effect dan doubling effect. Echo effect biasanya digunakan untuk memberikan efek ruang pada sound yang telah direkam. Sebuah sound yang diberi echo effect dengan “tepat” dapat memberikan kesan bahwa sound tersebut berjarak sedikit jauh dari pendengarnya dan hampir menyatu dengan background sound. Echo effect inipun umum digunakan sebagai special effect untuk membuat sound atau not tertentu terdengar diulang-ulang dengan suara yang semakin kecil sampai pada akhirnya hilang menyatu dengan background sound. Sementara itu, doubling effect,walaupun terkadang digunakan juga untuk membuat efek ruang , namun lebih sering digunakan untuk membuat sebuah sound terdengar lebih tebal, lebih lebar atau lebih “kaya”. 

Penggunaan Echo Effects delay 

Sebagai contoh untuk mengetahui seberapa jauh echo effect ini dapat anda gunakan untuk keperluan anda, tidak ada salahnya anda melakukan eksperimen-eksperimen pada waktu luang anda. Pada eksperimen tersebut, anda dapat mencoba menempatkan sound effect delay di salah satu track guitar atau vocal anda. Jika anda berhasil mengkonfigurasi delay time sesuai dengan ritmik lagu (atau bahkan dapat mensinkronisasikan dengan tempo dengan menggunakan MIDI), anda dapat saja menghasilkan efek spatial echo yang “manis”, yang tidak terkontaminasi oleh efek gaung dari reverb. Delay time adalah jarak waktu antara sound asli dengan suara delay dari sound tersebut. Umumnya, delay time antara 100-300ms dapat menghasilkan echo yang “bagus”, meski, pada kondisi tertentu delay time yang lebih panjang dari 300ms bias saja memberikan echo effect yang dibutuhkan lagu anda. Pada eksperimen anda, anda dapat mencoba untuk menempatkan sound di sebuah channel, sementara delay dari sound tersebut di panning ke sisi lain, agar suara asli dari sound tersebut masih dapat terdengar jelas. Anda dapat menambahkan reverb kedalam channel yang telah menggunakan delay tersebut untuk membuat sound effect “ghostly echo”. Anda dapat juga mengkonfigurasikan fasilitas delay regeneration untuk mendapatkan multiple echoes, selama anda berhati-hati agar multiple echoes tersebut tidak membuat mixing anda terdengar“berantakan”. Anda dapat pula mengeksplorasi fasilitas-fasilitas pada jenis sound effect delay yang anda gunakan. Beberapa plug-is delay menyediakan fasilitas untuk membuat high frequency pada sebuah sound dipotong sedikit demi sedikit pada saat sound tersebut mengalami echo, sehingga echo akan terdengar semakin “dalam”. 

Pada tipe echo effect yang disebut ping pong delay, pengulangan echo dari sebuah sound diperdengarkan di channel kiri-kanan secara bergantian dengan volume yang semakin pelan hingga akhirnya menghilang. Sementara itu, dengan konsep yang hampir sama dengan ping pong delay , tipe echo effect yang biasa disebut multi tap delay memungkinkan anda untuk melakukan konfigurasi pengulangan echo tersebut secara presisi sesuai ritmik dari lagu. Pada umumnya, multi tap delay digunakan sebagai special effect, namun jika anda “telaten” dalam mengkonfigurasikannya, sound effect tersebut dapat membuat ambience yang hampir sama dengan reverb pada sound yang anda garap, sehingga dapat memberi ruang untuk sound lainnya pada mixing yang anda kerjakan. Beberapa plugins delay memiliki pilihan opsi slapback delay. 

Tipe slapback delay umumnya digunakan pada lagu-lagu pop ’50 an, yang biasa saya dengar dari kaset-kaset koleksi ayah saya. Hal tersebut mungkin karena keterbatasan alat pada zaman itu, sehingga dibutuhkan slapback untuk mempertegas pengucapan vokalis pada saat menyanyi. Tipe delay ini hanya memiliki satu kali pengulangan sound dengan volume yang sama, umumnya dengan delay time yang pendek sekitar 80-150ms. Walaupun pada saat ini jarang digunakan, namun pada kondisi-kondisi tertentu, slapback delay yang memiliki karakter dan keunikan tersendiri tersebut, dapat saja merupakan solusi “special touch” yang anda butuhkan pada mixing anda. 

Penggunaan Doubling effect delay 

Pada domain doubling effect, banyak sekali cara-cara menarik dalam menggunakan sound effect delay. Contoh sederhana dan paling umum yang dilakukan adalah dengan menambahkan sound effect delay dengan konfigurasi delay time sekitar 30ms pada track vocal atau guitar. Cara ini cukup efektif dalam membuat sound-sound tersebut terdengar lebih “tebal ” atau “lebar”. Sebagai eksperimen , anda dapat mencoba melakukan panning dari track mono guitar ke salah satu channel (misalnya left), kemudian membuat copy dari track tersebut, dan melakukan panning ke channel yang berseberangan (misalnya right), lalu menambahkan plugins delay disalah satu channel dan membuat konfigurasi delay time sekitar 20-30ms. Setelah itu, mix kedua track tersebut agar terdengar balance. Jika anda telaten dalam mengkonfigurasikan delay time dan track balancing , anda dapat menghasilkan suara stereo yang terdengar “lebar” tanpa terdengar menggunakan special effect. Anda dapat juga memperpanjang delay time untuk menghasilkan sound yang lebih memiliki special effect. Selain itu, anda dapat mencoba trick double has effect untuk track guitar distorsi seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya. 
Part dari sebuah lagu dimana doubling effect delay akan sangat terasa penting adalah part dimana sebuah instrument/vocal diperdengarkan solo tanpa instrument lainnya, misalnya saja pada saat intro, break, ataupun ending. Ketika pada sebuah part, sebuah instrument ataupun vocal harus terdengar solo, ketiadaan instrument lain pada part tersebut akan membuat mono instrument/vocal solo terdengar kering dan “boring”, meskipun anda telah menempatkannya diposisi tengah, agar terdengar stereo. Dengan mencopykan track kemudian melakukan panning ke channel kiri kanan, serta memberikan sound effect delay dan mengatur delay time di salah satu channel, anda akan mendengar perbedaan yang sangat jauh dari sebelumnya. 

Penggunaan sound effect delay pada Drum 

Untuk keperluan-keperluan tertentu, sound effect delay juga dapat diaplikasikan pada track drum. Berdasarkan pengalaman pribadi, delay time antara 5-30ms dapat membuat suara drum terdengar lebih tebal dan memiliki ambience. Hal ini bahkan akan lebih terasa jika anda menambahkan sedikit reverb. Cobalah untuk bereksperimen dengan delay time yang lebih panjang. Anda akan dapat menghasilkan suara toms dapat terdengar lebih “besar”. Suara snare memiliki effect yang “keren” pada delay time sekitar 100ms, namun anda tetap harus berhati-hati pada pengaplikasian delay pada drum karena konfigurasi anda dapat saja menyebabkan tempo lagu anda menjadi bias. 

Final Words & Warning 

Terkadang sound effect delay menjadi sebuah effect yang dianggap sepele dan jarang disentuh. Padahal mungkin anda akan terkejut dengan apa yang dapat anda hasilkan menggunakan sound effect yang simple ini, jika anda sering bereksperimen. Satu hal yang harus anda ingat pada saat bereksperimen dengan delay adalah: sering-seringlah mengecek mix anda pada mode mono, karena seringkali effect delay yang terdengar “hebat” pada mode stereo, ternyata menjadi sound anomali yang mengganggu pada saat hasil mixing anda didengarkan di mode mono 

 Happy experimenting! 
Andrian Roult

Artikel terkait