2/9/11

Trick double haas effect untuk mixing guitar distorsi


Bagi sebagian besar guitarist, terutama guitarist band dengan genre rock, alternative dan semua aliran yang memiliki unsur kata “metal” didalamnya, suara guitar distorsi merupakan salah satu unsur terpenting yang tidak dapat dipisahkan didalam kehidupan mereka :). Sedemikian pentingnya suara guitar distorsi tersebut, sehingga pada saat rekaman, hampir semua guitarist yang pernah saya tangani selalu melakukan sedikit “intimidasi” (paling tidak mengernyitkan kening dalam-dalam :), agar saya dapat menghasilkan hasil mixing guitar distorsi yang mereka deskripsikan sebagai suara guitar distorsi yang “tebal , lebar dan berkarakter”.

Pada saat saya berada dalam posisi “terintimidasi” demikian, hal yang biasa saya lakukan adalah mengaplikasikan sebuah teknik mixing yang disebut dengan trick double haas effect, yang bisa saja anda jadikan sebagai tips ataupun trick pada saat anda merekam dan memixing suara guitar distorsi anda.

Untuk mengaplikasikan teknik mixing double haas effect tersebut, langkah-langkah yang dilakukan adalah sbb:


Langkah Pertama : Mencari karakter guitar distorsi

Pada dasarnya, tidak ada aturan baku untuk membuat konfigurasi suara guitar distorsi agar terdengar memiliki karakter. Pemilihan jenis dan merk guitar, guitar amplifier, sound effect distorsi hingga teknik miking, menjadi salah satu faktor yang menentukan karakter yang diinginkan. Namun pada umumnya, hal tersebut akan sangat tergantung dari selera guitarist, kebutuhan karakter lagu atau keseragaman sound guitar distorsi dari sebuah genre musik.. Beberapa guitarist yang saya kenal, misalnya, sangat menyukai karakter guitar distorsi yang dihasilkan dengan cara “menodongkan” microphone SM57 ke guitar amplifier dengan jarak sekitar 5-20 cm. Beberapa guitarist lainnya lebih menyukai penggunaan microphone Neuman U87 atau Neuman U67 sebagai alat “penodong”nya, dan diletakkan dengan jarak yang agak jauh dari guitar amplifier. Sementara banyak pula yang lebih senang mengandalkan SansAmp, V-Amp, ataupun POD agar tidak direpotkan dengan urusan “todong menodong” amplifier tersebut. Bahkan pada banyak kondisi, penggunaan plug ins-plug ins VST seperti Waves GTR, AmpliTube, Guitar Rig dan lain-lain, telah dirasa cukup untuk menghasilkan karakter guitar distorsi yang dikehendaki.


Langkah Kedua : Merekam guitar distorsi sebanyak dua kali pada track yang berbeda

Setelah karakter guitar distorsi ditemukan, langkah kedua (yang menjadi salah satu langkah favorit saya :)) adalah “menyiksa” guitarist dengan cara memaksa mereka untuk memainkan part yang sama sebanyak dua kali, namun direkam pada track mono yang berbeda,. Sehingga pada akhir rekaman , saya akan memiliki satu track mono hasil rekaman pertama (sebut saja track “guitar take1”) serta satu track mono hasil rekaman kedua (sebut saja track “guitar take2”)

Langkah Ketiga : Mixing guitar distorsi dengan trick double haas effect

Secara umum, trick haas effect merupakan sebuah teknik mixing yang biasa digunakan untuk mempertebal dan memperlebar suara pada track-track tertentu (misalnya suara synth pad, backing vocal, strings, dll) . Konsep dasar dari teknik mixing ini adalah membuat copy dari sebuah track tertentu, lalu menempatkan suara track tertentu tersebut ke salah satu speaker, sementara track copynya ke speaker yang berlawanan. Kemudian memberikan effect short delay (biasanya sekitar 10-40ms) kepada track copy tersebut agar suara track asli dan track copynya tidak didengar oleh telinga pada saat yang bersamaan.

Untuk keperluan mixing guitar distorsi yang “lebar dan tebal” tadi, teknik haas effect biasanya saya terapkan double. Langkah-langkah untuk membuat mixing double haas effect tersebut adalah sbb:

  1. Copykan track “guitar take1” menjadi sebuah track baru, kemudian beri nama track baru tersebut, misalnya track “guitar take1 copy”. Setelah itu, panning track “guitar take1” ke speaker kiri, track “guitar take1 copy” ke speaker kanan.
  2. Insert sound effect delay ke track “guitar take1 copy”, kemudian konfigurasikan effect delay tersebut sekitar 10-40ms sesuai kebutuhan atau beat lagu. Pada point ini mungkin saja track copy tersebut harus diatur volumenya sesuai mood lagu yang ingin diciptakan, namun biasanya saya tidak pernah mengangkat level volume lebih tinggi hingga 10dB dari track aslinya.
  3. Copykan track “guitar take2” menjadi sebuah track baru, kemudian beri nama misalnya track “guitar take2 copy”.
  4. Kebalikan dari langkah no 2, panning track “guitar take2” ke speaker kanan sementara track “guitar take2 copy” ke speaker kiri
  5. Insert effect delay ke track “guitar take2 copy”, lalu konfigurasikan effect delay sekitar 15-40ms kemudian atur level volume track tersebut
  6. Berdasarkan langkah-langkah diatas, maka anda akan memiliki 4 track mono dengan urutan sbb: “guitar take1” di speaker kiri, “guitar take1 copy” (yang telah diberi effect delay) di speaker kanan, kemudian track “guitar take2” di speaker kanan, track “guitar take2 copy” (yang telah diberi effect delay) di speaker kiri
  7. Terakhir, atur ulang panning dan volume dari keempat track tersebut, hingga anda bias mendapatkan mood serta ketebalan dan kelebaran suara guitar distorsi yang dikehendaki ( atau minimal hingga kernyit di kening guitarist anda menghilang :)

Pada prakteknya, ada beberapa cara untuk mengatur delay pada track hasil copy. Anda bisa menggunakan sound effect delay yang dikonfigurasi sesuai kebutuhan, ataupun secara manual menggeser posisi waveform dari track-track copy tersebut sedikit kebelakang. Sebagai “bumbu pelengkap” teknik mixing double haas effect tersebut, anda dapat menggunakan sound effect delay yang memiliki konfigurasi LFO untuk mengatur kedalaman suara delay yang dihasilkan. Atau menerapkan Low Pass EQ untuk memfilter frekuensi. Anda dapat juga menggunakan sound effect jenis reverb yang memiliki konfigurasi pre delay yang dapat anda atur untuk untuk memberikan effect acoustic ruangan.

Sebagai sebuah catatan penting, saya biasanya melakukan mixing dengan trick double haas effect hanya pada track guitar distorsi tertentu yang memang menjadi elemen dominant pada sebuah lagu, misalnya main rhythm guitar ataupun solo guitar. Saya tidak menyarankan untuk melakukan trick tersebut kepada lebih dari dua jenis track didalam sebuah lagu, karena biasanya malah akan membuat lagu tersebut terdengar tidak beraturan, dipenuhi delay dikiri kanan, serta memiliki ketebalan suara yang berlebihan sehingga tidak menyisakan headroom. Teknik mixing dengan trick double haas effect pun biasanya tidak diperlukan lagi jika anda merekam guitar distorsi didalam sebuah studio yang acoustic ruangannya telah diperhitungkan dengan seksama, serta direkam menggunakan teknik miking yang sangat teliti. Pada kondisi demikian, delay dari guitar distorsi akan dihasilkan secara alami oleh acoustic ruangan serta dapat ditangkap dengan baik oleh microphone yang anda todongkan ke guitar amplifier.

Happy mixing !
Andrian Roult

Artikel terkait