2/6/13

Penggunaan diffussors dalam ruangan

Beberapa waktu lalu, saya mendapat phone call dari salah satu teman saya, seorang manajer tempat billiard + karaoke mengenai perlu tidaknya diffusors ditempatkan di tempat karaokenya. Saya yang memang belum pernah datang ketempat tersebut, lebih tepatnya belum pernah diundang ( mungkin karena ia menganggap saya akan susah diajak ngobrol dengan konsentrasi penuh jika ditempatkan disebuah ruangan berbarengan dengan waitress billiard dan pemandu lagu :P), memang tidak bisa serta merta menentukan perlu tidaknya atau seberapa banyak diffusor yang harus dipasang dsb. Saat itu saya hanya bisa menerangkan fungsi, cara kerja dan perbedaan difussors tersebut dengan acoustic foam yang selama ini menurut dia sudah terpasang. 

Posting ini merupakan ringkasan dari apa yang saya terangkan kepadanya:

Gelombang suara memiliki hukum geometri yang hampir sama dengan permainan billiard. Ketika sebuah suara menabrak dinding, suara tersebut akan memantul seperti halnya bola biliiard yang memantul pada rail di meja billiard. Pada saat bola di sodok , bola tersebut kehilangan energi sedikit demi sedikit saat mengalami “perjalanan” , bahkan akan kehilangan lebih banyak energi ketika memantul dari rail. Hal ini sama persis dengan gelombang suara. Ketika menabrak benda dan memantul, pantulan sinyal akan kehilangan banyak energi , bergantung dari komposisi benda tersebut. Kaca misalnya, benda tersebut dapat menyerap lebih sedikit (yang berarti memantulkan lebih banyak) energi dibandingkan karpet ataupun tembok. Dengan demikian salah satu cara untuk mereduksi level dari pantulan suara adalah dengan menggunakan material yang dapat menyerap energy suara tersebut, misalnya saja acoustic foam, karpet, dan lainnya. Metoda alternatif lain yang dapat diterapkan untuk pantulan suara adalah dengan digunakannya diffusors. 

Diffusors merupakan sebuah alat atau benda yang berfungsi untuk menerima energy suara dari satu arah kemudian memantulkan dan memecah energy tersebut keseluruh arah dengan level yang hampir sama . Diffusors digunakan untuk mengontrol energy acoustic dan menghilangkan anomaly-anomaly yang umum terjadi seperti slapback, echo dan fluttering, serta mereduksi distorsi acoustic. Diffusors akan memperbesar “sweet spot” (sebuah area di ruangan yang didefinisikan sebagai lokasi yang paling akurat dalam mendengarkan hasil mixing) di control room anda dan menyediakan kualitas sound yang lebih konsisten meskipun anda berdiri dispot-spot berbeda di control room anda tersebut. Diffusors umumnya diletakkan di dinding belakang di control room berlawanan arah dengan speaker monitor. Pada lokasi tersebut, diffusors dapat menghancurkan gelombang suara direct dan mereduksi slapback dari dinding belakang. Alat tersebut juga dapat diletakkan menghadap sisi samping dari ruangan untuk mereduksi fluttering dan echo, atau diletakkan di dinding depan ataupun di langit-langit untuk menghindari early reflection dari sebuah sumber suara (meskipun umumnya dilokasi ini yang dipasang adalah material penyerap energy suara). 

Beberapa pertanyaan teman saya mengenai diffusors adalah sebagai berikut: 

Kapan saya harus memasang diffusors, dan kapan saya harus memasang absoprtive material (material penyerap energy suara, seperti acoustic foam atau karpet) ? 

Absorptive material akan sangat efektif dalam membuang pantulan suara dari dinding kiri-kanan dan/atau langit-langit. Diffusors akan lebih baik ditempatkan sisi tengah control room untuk mengontrol energi acoustic yang biasanya bertabrakan dilokasi tersebut. Beberapa orang lebih memilih untuk menempatkan diffusors dibelakang speakers (disisi depan ruangan) untuk mengontrol pantulan suara tanpa membuat ruangan terasa “mati”. Yang perlu diingat adalah, absorptive material cenderung membuat ruangan terasa lebih kecil, sementara diffusors cenderung membuat ruangan terasa lebih besar. Jika anda memiliki ruangan yang kecil, namun tetap membutuhkan absorptive material untuk mereduksi pantulan atau fluttering, cobalah untuk menambahkan diffusors di langit-langit. Efek psychoacoustic dari penempatan diffusors tersebut akan memberikan kesan bahwa ruangan tersebut sedikit lebih besar dari sebenarnya, sehingga membuat anda merasa lebih nyaman. Yang jelas, tujuan akhir anda nantinya adalah membuat ruangan yang memiliki acoustic seakurat mungkin, dan untuk itu, mungkin anda harus mengkombinasikan absorptive material, diffusors atau bahkan bass traps, bersamaan dengan tata letak dari speakers, microphones serta sumber-sumber suara lainnya. 

Apakah Diffusors berpengaruh pada frekuensi low? 

Jawabannya adalah tidak. Diffusors hanya sedikit berefek pada low frequency. Untuk mengatasi amplification dari low frequency, anda membutuhkan sebuah material yang disebut bass traps. Acoustic foam standar yang berukuran 1-3 inch juga tidak terlalu berpengaruh dalam mengatasi low frequency, meskipun memang ada beberapa jenis acoustic foam yang sangat tebal yang disebut-sebut dapat menggantikan fungsi bass traps. 

Apakah ada alternatif cara atau material benda yang lebih murah untuk menggantikan diffusors bermerk yang umumnya sangat mahal? 

Ya dan Tidak. Diffusors terbaik adalah diffusors yang dibuat oleh perusahaan yang memiliki reputasi sebagai pengembang produk acoustic yang baik, yang pastinya telah memproduksi produk tersebut berdasarkan prinsip-prinsip acoustic, serta melakukan serangkaian test pada produk tersebut sebelum menjualnya. Namun bagaimanapun, ada beberapa trick yang dapat dipraktekan sebagai pengganti fungsi diffusors jika anda memiliki control room yang kecil untuk studio anda dirumah. Misalnya saja dengan menempatkan satu atau dua rak buku di dinding dibelakang speakers, kemudian mengisi rak tersebut dengan buku-buku dengan ukuran panjang dan lebar yang bervariasi. Hindari penempatan buku dengan ukuran sejenis bersebelahan, agar anda tidak memiliki flat area. Alternatif lainnya adalah dengan menggantungkan karya seni atau dekorasi ruangan yang tidak berbentuk flat didinding belakang speaker tersebut, yang jelas anda harus memastikan bahwa treatment-treatment yang anda lakukan tersebut diatas tidak membuat resonansi suara ketika anda menaikkan volume. 

The final words 

Diffusors dan acoustic treatment lainnya merupakan tools yang dapat menambah kualitas dari suara di ruangan ataupun studio rekaman anda. Alat atau benda-benda tersebut dapat mempengaruhi kualitas produk akhir dari hasil rekaman anda, sama halnya dengan tools-tools lain yang anda miliki di studio anda tersebut. Anda akan menemukan bahwa dengan menambahkan treatment pada akustik ruangan anda, atau menggeser dan merubah letak benda-benda disekitar ruangan anda dengan mengambil keuntungan dari bentuk maupun fitur ruang yang anda gunakan, anda dapat membuat lingkungan kerja yang lebih baik dari segi kualitas suara. Dengan pemahaman dasar-dasar ilmu acoustics dan sedikit eksperimen anda akan dapat menentukan bagaimana, dimana dan kapan anda dapat menggunakannya. 

 Happy diffusing! 

Andrian Roult

Artikel terkait