3/3/10

Dua alternatif cara panning drum


Pada proses mixing, pengaturan panpot drum atau biasa disebut dengan panning drum merupakan hal yang sangat mutlak, terutama jika anda merekam drum secara manual dan tidak menggunakan drum loops yang sudah jadi (yang biasanya telah diatur panning-nya oleh pembuat loops tersebut). Dua alternatif cara panning drum yang biasa digunakan oleh mixing engineer terbagi atas dua jenis yaitu: panning drum berdasarkan perspektif drummer serta panning drum berdasarkan perspektif audience (penonton).
Seperti halnya proses lain di dalam mixing, sebenarnya tidak ada salah benar dalam pemilihan salah satu dari alternatif tersebut karena hal itu bergantung selera dari mixing engineer yang memprosesnya, namun saya pribadi biasanya lebih memilih cara panning drum berdasarkan perspektif audience.
Menggunakan perspektif seperti disebut diatas, maka pada saat panning drum, posisi hi-hat biasanya di putar ke sekitar arah jam 3.00 atau jam 4.00, sementara kick dibiarkan tetap di posisi center (posisi jam 12.00). Sama halnya dengan kick, snare pun biasanya diposisikan di center. Namun pada beberapa project lagu, snare tersebut sedikit saya geser ke arah jam 12.30 atau jam 1.00. Untuk panning tom biasanya tergantung dari jumlah tom tersebut. Jika berjumlah tiga misalnya (tom1, tom 2 dan floor ), maka tom 1 biasanya di panning ke arah antara posisi jam 2.00 atau jam 3.00, tom 2 di tengah (center), lalu floor di posisiskan berseberangan dengan posisi tom 1 yaitu antara jam 9.00 atau jam 10.00. Kemudian left dan right cymbal diposisikan ke arah jam 8.30 dan jam 3.30.
Alternatif lain dari panning drum adalah dengan menggunakan perspektif drummer. Jika anda ingin menggunakan perspektif demikian, anda tinggal membalikkan posisi yang telah saya jelaskan diatas kiri ke kanan dan sebaliknya. Misalnya hi-hat di posisi jam 9.00 atau jam 8.00 tom 1 di posisikan ke arah jam 10.00 atau 9.00 dan seterusnya


Andrian Roult

Artikel terkait