2/18/10

Memilih speaker monitor untuk studio rekaman


Hampir semua studio recording professional memiliki sepasang speaker monitor yang terdiri atas dua tipe, yaitu speaker monitor near-field dan speaker monitor ruangan (room monitor). Kedua tipe speaker monitor tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing namun dapat saling melengkapi.

Speaker monitor Near-Fields

Setiap ruangan akan memiliki pengaruh yang berbeda-beda pada warna suara yang dihasilkannya. Ukuran, material dan bentuk ruangan akan memberikan warna tersendiri pada suara yang terdengar di ruangan tersebut. Hal ini merupakan alasan pertama mengapa tipe speaker monitor near-field harus digunakan di studio rekaman. Tipe speaker monitor tersebut dapat memberikan gambaran yang akurat pada studio engineer tentang hasil rekaman, tanpa dipengaruhi oleh efek dari ruangan dimana dia sedang bekerja.

Alasan kedua mengapa speaker monitor near fields dibutuhkan di studio rekaman adalah karena setiap gelombang suara memerlukan ruang dan waktu untuk dapat berkembang sehingga mencapai bentuk sempurna. Nada bass yang rendah dapat memiliki panjang gelombang sejauh beberapa meter, sehingga pada ruangan yang berukuran kecil tanpa bass traps nada tersebut akan menimbulkan gema. Dengan dipasangnya speaker monitor near-fields didekat telinga engineers, maka nada rendah tersebut tidak diberikan waktu dan ruang untuk berkembang dengan benar.

Menggunakan speaker monitor near-field plus sub woofer yang terpisah merupakan salah satu alternatif yang biasa dilakukan di studio rekaman. Sub woofer dapat ditempatkan agak jauh agar dapat memberi ruang dan waktu bagi gelombang nada rendah untuk berkembang sempurna, namun efek dari ruangan tetap tereduksi dikarenakan speaker monitor near field berada dekat dengan telinga engineer.

Power amplifier yang digunakan pada speaker monitor memiliki peran yang juga penting. Beberapa merk speaker monitor sengaja tidak menggunakan power amplifier yang berkualitas baik, agar dapat dijual dengan harga terjangkau. Banyak studio professional menggunakan power amplifier yang terpisah, karena selain membuatnya leluasa menentukan merk dan kualitas power amplifier, juga dapat digunakan untuk speaker monitor near-fields dan room monitor sekaligus.
Pada saat memilih jenis speaker monitor near-field, beberapa hal yang biasanya dijadikan acuan adalah:
  • Memiliki frekuensi mid range yang bening (80% kualitas suara berada pada frekuensi tersebut).
  • Memiliki frekuensi top end yang kering dan halus, sehingga nyaman didengar pada saat mendengarkan lagu dengan durasi yang panjang.
  • Memiliki frekuensi bottom end yang rata.
  • Memiliki frequency range yang seimbang.

Speaker monitor ruangan ( room monitor )

Speaker monitor ruangan merupakan tipe speaker monitor yang digunakan untuk meng- cover kelemahan speaker monitor near-fields. Berdasar keterangan sebelumnya bahwa nada bass membutuhkan ruang dan waktu untuk berkembang, maka speaker monitor ruangan selalu diletakkan lebih jauh dari posisi sound engineer. Tentunya control room studio tempat engineer bekerja sudah harus memiliki bass traps dengan konfigurasi yang benar agar room monitor bekerja secara sempurna.

Sepasang speaker room monitor harus dapat memperdengarkan nada bass serendah mungkin tanpa membuatnya bergemuruh dan memiliki suara mirip dengan hi-fi sound system yang berkualitas sangat baik, agar dapat memperdengarkan gambaran hasil akhir pada proses rekaman.

Andrian Roult

Artikel terkait