Protected by Copyscape Plagiarism Checker

Panduan mengatur equalizer pada saat mixing dan mastering (bag II)


500 Hz – 2 kHz : mid range frequency

Mengatur equalizer di mid range sering di lakukan untuk membuat suara instrument terompet ataupun yang berkarakter hampir sama terdengar jelas (biasanya sekitar 500 hz sampai 1 khz), atau untuk membuat efek suara telephone. Penambahan gain di mid range juga dapat menambah attack dari track bass guitar (biasanya di 800 hz dan 1,5 khz). Sama halnya dengan nada - nada rendah dari track rhythm guitar yang juga dapat terdengar lebih memiliki attack jika gain di frequency 1,5 khz dinaikkan.
Untuk instrument guitar, piano dan vocal, gain dari mid range frequency ini lebih sering di turunkan. Menurunkan gain di frequency 500 – 800 hz untuk track gitar akustik dapat membuatnya terdengar lebih jernih, sementara menurunkan gain di frequency 800 hz pada track vocal dapat menurunkan suara sengau serta membuatnya terdengar lebih “bulat” dan jelas.
Untuk track snare drum, penurunan gain di frequency 800 hz dapat menghilangkan kesan suara kaleng.


2 kHz – 4 kHz : upper mid range frequency

Range frequency ini menentukan efek attack dari rhythm instrument juga percussive instrument. Pengaturan equalizer dapat diaplikasikan di frekuensi mana saja di range ini, namun biasanya dipusatkan sekitar frequency 3 kHz.
Pada kick drum, menaikkan gain di frequency 2,5 kHz dapat memberikan attack pukulan dengan karakter felt beater, sementara 4 kHz memberikan karakter hardwood. Frekuensi – frekuensi ini dapat pula memberikan attack lebih jelas pada tom dan snare.
Track guitar pun seringkali diberikan sedikit attack dan pemisahan suara dengan cara mengatur equalizer di range ini. Sementara untuk track vocal, sedikit boosting ( sekitar 1 dB – 3 dB) di mid range akan membuat vocal tersebut terdengar lebih menonjol. Namun menambahkan gain terlalu berlebihan dapat membuat syllables dari vocal sulit untuk di reduksi dan membuatnya tidak enak didengar. Pada track background vocal, umumnya mid range frequency di turunkan agar terdengar lebih “transparan“.


4 kHz – 6 kHz : presence range frequency

Mengatur equalizer pada frequency di range ini dapat membuat track vocal ataupun instrument melodi lainnya terdengar lebih dekat dan lebih jelas. Namun jika berlebihan dapat membuat suaranya terdengar kasar. Pengaturan equalizer di range ini umumnya dipusatkan disekitar frequency 5 kHz.


6 kHz – 20 kHz : treble range frequency

Pada dasarnya, range treble frequency ini menentukan kejernihan dari instrument. Pengaturan equalizer di range ini biasanya dipusatkan di sekitar frequency 7 kHz, 10 kHz dan 15 kHz. Suara “S” pada vocal biasanya memiliki frequency sekitar 7 kHz, membuat frequency tersebut biasanya diturunkan. Namun anda harus hati-hati pada saat menurunkannya karena dapat membuat vocal terdengar “tumpul”. Breath sound dari track vocal biasanya terdengar di frequency 15 kHz keatas. Pada garis besarnya mengatur equalizer untuk track vocal adalah menghilangkan aksen “S” yang terlalu kasar dan memberikan breath sound yang berkualitas.
Frequency 7 kHz juga merupakan “metallic attack” dari frekuensi drum, sementara 15 kHz merupakan desisan bagi track cymbals. Ketika mengatur equalizer secara keseluruhan, frequency 10 kHz digunakan sebagai penambah level kejernihan secara umum.

( kembali ke Panduan mengatur equalizer pada saat mixing dan mastering bag I )


Andrian Roult


Panduan mengatur equalizer pada saat mixing dan mastering (bag I)


Secara definisinya, mengatur equalizer adalah proses mengangkat (boosting/enhancing) atau menurunkan (cutting) gain dari frequency tertentu tanpa mempengaruhi frequency – frequency lainnya. Untuk dapat mengerti cara mengatur equalizer pada saat mixing maupun mastering, sebelumnya anda perlu memahami pengaruh atau efek dari beberapa range frequency bagi sebuah instrument ataupun lagu secara keseluruhan.
Range- range frequency tersebut dapat dijadikan sebagai acuan pengaturan equalizer pada proses mixing maupun mastering


Range frequency 40 Hz – 80 Hz : range frequency sub bass atau low bass

Range frekuensi terendah yang biasa ada dalam sebuah lagu adalah range frekuensi 40 – 80 hz dengan pengaturan equalizer yang dipusatkan di sekitar 50 hz . Range frekuensi ini dinamakan range frekuensi sub bass / low bass. Memang banyak suara yang memiliki frekuensi sekitar 20 – 40 hz, namun suara tersebut biasanya bukanlah suara dari alat musik (kecuali untuk beberapa jenis pipe organ). Kick drum, bahkan bass guitar pun tidak memiliki frekuensi di range tersebut (nada terendah dari senar bass guitar memiliki frekuensi 41 hz). Dengan demikian pada banyak kasus, range frekuensi 20-40 hz dipangkas habis menggunakan HPF (high pass filter) atau low cuts filter.
Range frequency sub bass / low bass umumnya diatur dengan equalizer untuk memberikan “power” kedalam sebuah instrument ataupun keseluruhan lagu. Range frekuensi tersebut tidak akan terdengar jelas ketika anda mendengarkan lagu pada level volume yang pelan ataupun mendengarkan lagu menggunakan speaker kecil. Dengan demikian, agar anda dapat mengatur range frekuensi sub bass / low bass dengan benar, maka anda harus mengatur equalizer sambil mendengarkannya pada level volume yang keras, kemudian mencobanya pada level volume yang dipelankan. Sebaiknya anda juga mendengarkannya pada speaker stereo system yang besar maupun kecil sebagai perbandingan.


80 Hz – 250 Hz : bass range frequency

Mengatur equalizer pada range frekuensi bass yang berkisar antara 80-250 hz dengan pengaturan equalizer yang umumnya dipusatkan pada frequency sekitar 100 hz atau 200 hz, akan mempengaruhi “ketebalan” dari sebuah instrument ataupun sebuah lagu .Pada track guitar dan bass guitar, dinaikkannya gain di sekitar frekuensi 100 hz biasanya akan menambah suara terdengar lebih “bulat”. Namun anda harus berhati-hati karena jika anda memberikannya secara berlebihan akan membuat suara guitar ataupun bass guitar terdengar “berdentum”.
Pada beberapa kasus, gain di sekitar frekuensi 100 hz pada track guitar bahkan diturunkan untuk membuat suara guitar tersebut terpisah dari suara bass guitar, dan mengurangi suara dentuman dari track tersebut. Namun konsekuensinya adalah not - not yang dimainkan pada range frekuensi tersebut menjadi terdengar samar. Biasanya, untuk membuat not – not tersebut kembali terdengar jelas, anda perlu menambahkan sedikit gain pada frekuensi disekitar 200 hz.
Pada track vocal, frekuensi di sekitar 200 hz menentukan keutuhan dari suara vocal yang direkam. Namun frekuensi di range ini seringkali dipotong agar suara vocal terdengar terpisah dari instrument-instrument lain. Kecuali jika anda telah mengatur equalizer dan menaikkan gain di frekuensi high pada track vocal dan membuat suaranya terdengar tipis, dinaikkannya gain di sekitar frekuensi 200 hz biasanya akan mengembalikan ketebalan suara vocal tersebut.


250 Hz – 500 Hz : lower mid range frequency

Mengatur equalizer pada frekuensi di sekitar 250 – 500 hz dapat memberikan aksen pada ambience di studio rekaman anda serta menambahkan kejernihan pada suara bass dan instrument string yang bernada rendah seperti cello, ataupun nada rendah dari piano dan organ.
Penambahan gain yang berlebihan di range frekuensi ini dapat membuat kick drum dan tom terdengar seperti terbuat dari kardus atau karton, sehingga untuk track – track tersebut serta track cymbal frekuensi lower mid biasanya dipangkas habis.
Pada umumnya, pengaturan equalizer di low mid range dapat dilakukan di frekuensi apa saja di sekitar 250 – 500 hz namun lebih sering dipusatkan disekitar frekuensi 300 dan 400 hz. Bagian terendah dari range frekuensi lower mid ( 250 hz – 350 hz ) disebut juga dengan range frekuensi upper bass yang biasa dinaikkan pada track vocal terutama vocal wanita untuk membuat suaranya terdengar lebih tebal.

(bersambung ke Panduan mengatur equalizer pada saat mixing dan mastering bag II)

Prinsip - prinsip dasar mengatur equalizer


Pada saat masuk kedalam blog pribadi saya ini, beberapa kali saya melihat melalui feedjit tentang banyaknya pengunjung yang masuk dan mencari informasi seputar permasalahan mengatur equalizer. Atas dasar kondisi demikian, rasanya saya memang harus menulis mengenai pengaturan equalizer sebagaimana kebiasaan yang saya lakukan di studio, terlepas dari tidak adanya istilah salah dan benar dalam keseluruhan proses mixing termasuk dalam pengaturan equalizer.
Memang pada prakteknya cara mengatur equalizer akan sangat bergantung dari karakter sound yang telah direkam, karakter sound yang ingin dicapai, keselarasan sebuah sound dengan sound lainnya, genre music yang di mixing dan lain lain, namun bagaimanapun saya pikir tidak ada salahnya untuk memberikan informasi tentang cara mengatur equalizer ini, yang paling tidak dapat dijadikan sebagai starting point pada saat mixing track per track ataupun finalizing pada saat mastering nantinya. Jadi pada artikel-artikel saya selanjutnya saya akan coba memberikan panduan bagaimana cara mengatur equalizer track per track, instrument per instrument. Namun sebelum itu, terlebih dahulu saya ingin memberikan informasi tentang beberapa jargon yang merupakan prinsip dasar dalam mengatur equalizer yaitu memfilter, memotong dan menaikkan gain frekuensi.


Filtering

Filtering merupakan istilah untuk memangkas habis gain dari frekuensi-frekuensi tertentu. Filtering yang paling umum digunakan adalah filter untuk memotong frekuensi low yang biasa disebut dengan low cuts (disebut juga dengan high-pass filters) dan filter untuk memotong frekuensi high yang disebut dengan high-cuts (disebut juga dengan low-pass filters).
Filter lain yang juga sering digunakan adalah band-pass filters yang berarti meninggalkan frekuensi tertentu yang diinginkan sambil memangkas habis frekuensi lainnya, dan notch filters yang berarti memangkas habis salah satu frekuensi


Cutting

Memperbaiki sound biasanya dilakukan dengan cara mencari frekuensi yang bermasalah dan memotong atau menurunkannya menggunakan equalizer. Proses ini disebut dengan cutting. Selain memperbaiki sound, proses cutting frekuensi menggunakan equalizer juga biasa dilakukan untuk memberi ruang untuk ditempati oleh instrument lain agar dapat terdengar terpisah satu sama lainnya.


Boosting atau Enhancing

Dalam sebuah lagu terkadang ada salah satu atau beberapa track instrument ataupun vocal yang ingin lebih ditonjolkan, dipoles ataupun diberi karakter. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menaikkan beberapa frekuensi “kunci” dengan equalizer, misalkan dengan menaikkan frekuensi 5 kHz agar track vocal terdengar lebih jelas, menaikkan frekuensi 2-4 kHz pada kick drum agar lebih terdengar memiliki “metal sound” dan lain-lain. Proses menaikkan gain salah satu atau sebagian frekuensi ini disebut dengan boosting atau enhancing.

Untuk pembahasan selanjutnya tentang pengaturan equalizer ini, anda dapat membaca artikel saya yang berjudul "panduan mengatur equalizer pada saat mixing dan mastering"


Andrian Roult

Mengoptimalkan Windows XP untuk digital recording (bag V )


Scan Disk dan Disk Defragmenter

Banyak hal yang menjadi keuntungan jika anda secara rutin melakukan scan disk dan disk defragmenter pada hard disk anda. Untuk melakukannya, anda tinggal membuka Windows Explorer ataupun My Computer, kemudian klik kanan pada hard disk yang akan anda scan/defrag lalu klik Properties untuk menampilkan kotak dialog hard disk properties. Pada kotak dialog tersebut klik tabulasi Tools

Untuk melakukan Scan disk:
  • Klik tombol Check now, pada kotak Error Checking,
  • Berikan checklist pada kedua kotak opsi yang ada
  • Klik tombol Start, dan tunggu sampai proses selesai
  • Untuk melakukan Defragment
  • Klik tombol Defragment now pada kotak Defragmentation
  • Highlight drive yang akan anda defrag
  • Klik tombol Defragment
  • Tunggu sampai proses selesai

Background Program

Jika anda memiliki software-software yang berjalan di background seperti anti virus, system monitor, disk monitor, system checker dan sebagainya, maka non aktifkan terlebih dahulu program-program tersebut sebelum anda mulai mengaktifkan software digital audio. Hal tersebut sangat penting untuk membuat processor dan RAM dapat bekerja secara optimal tanpa berbagi tenaga dengan program selain program digital audio.


Uninstall Software

Memiliki komputer dengan banyak software yang tidak terlalu penting, bukan saja membuat kapasitas hard disk menjadi semakin penuh, namun juga membuat performa komputer semakin menurun. Jika anda akan memfokuskan diri pada satu hal misalnya membuat komputer anda menjadi workstation untuk grafis, video editing atau digital audio, sebaiknya anda mulai membuang software-software yang tidak berhubungan langsung dengan keperluan anda.
Windows menyediakan fasilitas Add or Remove Program yang membuat anda dapat membuang software yang tidak anda perlukan. Fasilitas ini dapat diakses melalui Control Panel. Pada kotak dialog Add or Remove Program tersebut, anda tinggal meng-klik tombol Remove pada Software yang akan di-uninstall tersebut.


Fonts

Fonts merupakan koleksi jenis-jenis huruf yang digunakan pada komputer anda. Selain fonts-fonts standard yang sudah disediakan system, aplikasi-aplikasi yang anda instalkan biasanya membawa sejumlah fonts yang akan menambah koleksi pada fonts bank di komputer anda Koleksi fonts yang terlalu banyak akan membuat performa komputer menjadi semakin lambat. Dengan demikian, menghapus sebagian fonts yang tidak anda perlukan adalah langkah yang dapat dilakukan untuk menambah performa komputer secara keseluruhan, terutama pada saat booting.
Untuk melakukannya, anda tinggal membuka folder Fonts di Control Panel dan menghapus sebagian fonts yang tidak pernah anda gunakan.


Andrian Roult

Mengoptimalkan Windows XP untuk digital recording (bag IV )


File Temporary ( .TMP)

File temporary merupakan file yang menjadi tempat dimana sistem menyimpan informasi sementara tentang proses-proses yang sedang dilakukannya. File tersebut akan menumpuk didalam hard disk dan menyebabkan banyaknya kapasitas yang terbuang percuma. Dengan demikian, anda perlu membuangnya secara rutin dengan cara:
  • Klik pada menu Start, kemudian Search
  • Klik pada menu All Files or folders
  • Ketikkan *.tmp" pada kotak dibawah All or part of the file name
  • Pilih semua file yang telah ditemukan dengan menekan tombol Ctrl-A
  • Tekan tombol Shift-Del-Enter untuk menghapus semua file tanpa memasukkannya terlebih dahulu kedalam Recycle Bin.
Windows XP memiliki sebuah tools yang dapat anda gunakan untuk menghapus file temporary. Tools yang diberi nama Disk Cleanup tersebut dapat diakses melalui menu Start > All Programs > Accessories > System Tools > Disk Clean Up. Namun ada baiknya jika anda tetap menggunakan langkah penghapusan manual seperti di atas agar semua file temporary sama sekali tidak tersisa.


Temporary Internet Files

Jika anda sering bermain internet, secara default-nya Internet Explorer akan menghabiskan 10% kapasitas hard disk anda sebagai tempat penyimpanan internet cache dan cookies. Anda dapat menghapus secara manual folder tempat file-file cache dan cookies tersimpan, namun folder tersebut akan dibuat lagi ketika anda menggunakan internet. Agar penghapusan cache dan cookies dilakukan secara otomatis ketika Internet Explorer tidak digunakan, maka yang harus anda lakukan adalah:
  • Buka program Internet Explorer
  • Klik menu Tools, kemudian pilih Internet Options
  • Klik pada tabulasi Advanced
  • Berikan checklist pada "empty Internet temporary file folder when browser is closed"

Kapasitas Virtual Memory

Virtual memory merupakan sebagian kapasitas hard disk yang dialokasikan sebagai memori pendukung RAM. Idealnya, virtual memori tersebut memiliki jumlah minimal dua kali lipat dari RAM yang ada di komputer anda. Misalnya, jika anda memiliki RAM 128 mb, maka virtual memory yang ideal adalah 256 mb.

Untuk mengalokasikan virtual memory sesuai kebutuhan, yang harus anda lakukan adalah membuka kembali kotak dialog System Properties (klik menu Start, kemudian klik kanan pada icon My Computer dan klik Properties).
  • Klik tabulasi Advanced
  • Pada kotak Performance, klik tombol Settings untuk menampilkan kotak dialog Performance Option
  • Klik tabulasi Advanced
  • Klik tombol Change pada kotak Virtual Memory
  • Rubah kapasitas Initial Size sesuai yang anda kehendaki (perlu diingat bahwa virtual memory ini akan menjadi kapasitas hard disk yang tidak bisa anda isi dengan data).
(bersambung ke mengoptimalkan windows xp untuk digital recording bag V)

Mengoptimalkan Windows XP untuk digital recording (bag III )


Non Aktifkan Screen Saver

Walaupun sekilas tampak menarik, banyak tipe screen saver yang membuat monitor dan processor bekerja ekstra, sehingga menggangu pekerjaan yang sedang dilakukan. Misalkan ketika anda sedang melakukan proses maintenance rutin seperti pendeteksian virus, scan disk, disk defragment, ataupun merekam audio, screen saver akan mengambil sebagian tenaga processor dan RAM sehingga proses tersebut terinterupsi dan terkadang membuat sistem mengalami crash.

Untuk menon aktifkan screen saver, yang harus anda lakukan adalah:
  • Klik kanan pada Desktop anda kemudian pilih Prroperties untuk menampilkan kotak dialog Display Properties
  • Klik tabulasi Screen saver, dan pilih None pada kotak Screen saver
  • Klik OK

System Sounds dan Desktop Schemes

Fitur desktop themes, animated cursor dan system sounds merupakan fitur-fitur yang disediakan Microsoft dengan maksud agar sistem anda terlihat lebih cantik, namun akan mengambil sebagian tenaga processor dan memori. Dengan demikian, anda harus menon-aktifkan semua fitur-fitur yang tidak penting tersebut pada saat merekam dan mengolah audio, agar processor dan RAM tidak memproses hal-hal yang penting

Untuk menon aktifkan Sound Schemes:
  • Klik kanan pada icon Speaker di kanan taskbar anda., kemudian pilih Adjust audio properties untuk menampilkan kotak dialog Sound and Audio Devices Properties
  • Klik tabulasi Sounds dan pilih None pada kotak Sounds Scheme. Kemudian klik OK
  • Untuk menon aktifkan Pointer Scheme
  • Klik menu Mouse pada Control Panel untuk menampilkan kotak dialog Mouse Properties, kemudian klik tabulasi Pointer
  • Pilih None pada kotak Scheme, kemudian OK

Program Anti Virus

Meskipun memiliki program Anti Virus merupakan hal yang penting bagi sistem anda, namun jangan biarkan program tersebut aktif ketika anda sedang merekam ataupun mengolah data audio. Hal ini dikarenakan bahwa program tersebut memonitor dan mencegah virus secara real time dengan cara menempatkan dirinya di dalam RAM selama sistem berjalan, dengan demikian berarti mengambil sebagian kapasitas RAM yang anda butuhkan saat proses pengolahan data audio.


Free Disk Space

Jika sisa kapasitas hard disk anda memiliki jumlah dibawah 10%, maka performa komputer anda akan terasa sangat lambat. Untuk mengetahui jumlah dari sisa kapasitas hard disk yang tersedia, anda tinggal mengakses My Computer dari menu Start, kemudian meletakkan pointer mouse diatas drive yang anda maksud.
Jika free space berjumlah kurang dari 10% total kapasitas drive tersebut, maka anda perlu menghapus file-file yang sudah tidak diperlukan (hati-hati dengan langkah ini, karena anda bisa saja secara tidak sengaja menghapus file yang penting).

(bersambung ke mengoptimalkan windows xp untuk digital recording bag IV)

Mengoptimalkan Windows XP untuk digital recording (bag II )


System Restore

System restore merupakan sebuah fitur windows yang berfungsi untuk memonitor perubahan-perubahan yang anda lakukan pada sistem, sehingga membuat anda dapat mengembalikannya ke posisi semula jika terjadi masalah. Namun selain memakan kapasitas hard disk yang cukup besar, proses back up yang dilakukan fitur ini terkadang terjadi pada waktu yang tidak tepat sehingga menggangu proses perekaman digital audio.
Untuk me-non aktifkan fitur tersebut, anda harus membuka kembali kotak dialog System Properties, kemudian klik tabulasi System Restore dan berikan checklist pada kotak bertuliskan Turn off System Restore on All Drive. Setelah itu klik OK dan jawab Yes pada pertanyaan apakah anda ingin mematikan System Restore.


Write Caching


Secara default, Windows akan mengaktifkan fasilitas "write caching", yang berarti bahwa sistem tidak langsung menulis kedalam hard disk, namun menempatkan data-data pada RAM terlebih dahulu, sambil menunggu instruksi selanjutnya. Namun jika anda sedang merekam audio dengan durasi yang cukup lama, maka data rekaman akan kehabisan tempat di RAM dan terpaksa dilimpahkan kedalam hard disk Hal tersebut akan mengakibatkan kerusakan sebagian data yang direkam ataupun ketidaksempurnaan data hasil rekaman.
Untuk me-non aktifkan fasilitas tersebut, hal yang harus anda lakukan adalah:
  • Klik menu Start, kemudian klik kanan pada icon My Computer dan klik Properties untuk menampilkan kotak dialog System Properties
  • Klik tabulasi Hardware, kemudian klik tombol Device Manager
  • Klik tanda + disebelah Disk Drive untuk menampilkan hard disk anda
  • Klik kanan pada nama hard disk recording anda, kemudian klik Properties
  • Pada kotak dialog properties dari hard disk anda, klik tabulasi Policies kemudian buka checklist pada kotak Enable Disk Write Caching

Power Management

Pada konfigurasi standar, Windows akan mematikan power hard disk anda jika anda tidak melakukan aktifitas pada komputer pada jangka waktu tertentu. Fitur ini dapat menyebabkan melambatnya performa hard disk ketika hard disk tersebut “dibangunkan”. Keterlambatan tersebut akan terasa sangat berpengaruh jika anda membiarkan komputer menyala tanpa aktifitas apapun, dalam jangka waktu cukup lama. Untuk menon-aktifkan fasilitas tersebut, yang harus anda lakukan adalah:

Klik Start > Control Panel > Power Management > Power Options> Home/office desk > Turn off hard disks > Never.


Non Aktifkan Fast-User Switching

Pada sistem opeasi Windows XP yang memiliki konsep multi user, fitur fast user switching membuat para pengguna yang telah terdaftar sebagai user di komputer anda dapat log-in dan log-out secara cepat. Hal tersebut akan sangat membantu ke-efektifan pada penggunaan komputer secara bersama, namun memakan kapasitas memori yang cukup besar sehingga RAM anda akan terisi data-data yang tidak penting bagi proses pengolahan audio.
Untuk menon aktifkan fitur tersebut, langkah yang harus anda lakukan adalah:
  • Buka aplikasi Control Panel, kemudian masuk ke menu User Account
  • Klik pada menu Change the way users log on or off
  • Buka checklist pada kotak Use Fast User Switching
  • Klik tombol Apply Option
(bersambung ke mengoptimalkan windows xp untuk digital recording bag III)

Mengoptimalkan Windows XP untuk digital recording (bag I )


Sebelum anda mulai menginstal dan menggunakan software-software digital audio pada komputer, sebaiknya sistem operasi Windows XP anda terlebih dahulu dikonfigurasikan dan dioptimalisasi sehingga proses pengolahan ataupun perekaman data dapat berjalan lancar. Bebarapa konfigurasi yang dapat anda lakukan untuk optimalisasi sistem operasi adalah sebagai berikut:

Background Services

Pengolahan driver ASIO, effect DirectX dan VST merupakan pekerjaan processor yang dilakukan di background atau biasa disebut dengan background tasks. Jika anda memberikan instruksi pada processor agar menangani lebih banyak background tasks tersebut, maka pengolahan elemen-elemen diatas akan mendapatkan prioritas yang lebih tinggi daripada pengolahan animasi-animasi grafis dari sistem operasi, seperti pop-up menu, pop up windows ataupun pekerjaan-pekerjaan yang tidak penting lainnya. Hal ini akan dapat mereduksi tingkat latency, dan meningkatkan kemampuan pemrosesan data audio secara real-time.
Untuk membuat processor memprioritaskan background tasks, anda harus mengaktifkan fasilitas Background Service pada sistem operasi dengan cara:
  • Klik menu Start
  • Klik kanan pada icon My Computer
  • Klik Properties untuk menampilkan kotak dialog System Properties
  • Klik tabulasi Advanced
  • Klik tombol setting pada bagian Performance untuk menampilkan kotak dialog Performance Options
  • Klik tabulasi Advanced dan rubah opsi Processor Scheduling ke Background Service, kemudian klik OK

Transition effects.


Transition effects adalah efek-efek animasi yang diperlihatkan Windows ketika anda membuka sebuah program, berpindah dari sebuah aplikasi ke aplikasi lain, ataupun menampilkan pop-up menu. Efek-efek yang cantik yang tidak penting tersebut akan menambah pekerjaan ekstra bagi processor dan RAM pada saat merekam ataupun mengolah data. Dengan demikian agar processor dan RAM dapat bekerja secara optimal, maka anda harus menon-aktifkan fitur Transition effects dengan cara:
  • Klik kanan di sembarang tempat pada desktop anda, kemudian klik Properties
  • Klik tabulasi Appearance, kemudian klik tombol Effects
  • Non aktifkan semua tombol yang ada didalamnya, karena semua fasilitas tersebut akan mengambil tenaga ekstra dari processor dan RAM, kemudian klik OK.
Setelah selesai dengan menon-aktifkan effects, langkah berikutnya adalah membuka kembali kedalam kotak dialog Performance Options kemudian klik opsi Adjust for best performance. Jika anda masih menginginkan desktop anda menggunakan style Windows XP, klik pada kotak disebelah tulisan Use visual styles on windows and buttons, kemudian klik OK.


Automatic update

Fasilitas Automatic update merupakan fasilitas yang disediakan Windows untuk meng-update sistem operasinya secara on-line. Jika fasilitas ini masih dalam keadaan aktif, maka fasilitas tersebut dapat keluar sewaktu-waktu dan menggangu anda ketika anda dalam proses merekam audio.
Agar anda tidak terganggu oleh fasilitas tersebut, anda harus me-non aktifkannya dengan cara menampilkan kembali kotak dialog System Properties (Start > klik kanan pada icon My Computer > Properties).
Kemudian buka checklist pada kotak disebelah tulisan Keep my computer up to date. With this setting enable…dst

(bersambung ke mengoptimalkan windows xp untuk digital recording bag II)

Setting audio compressor untuk track vocal


Menggunakan audio compressor pada saat merekam vocal atau menggunakan compressor tersebut nanti pada saat mixing track vocal ?.
Hal tersebut merupakan dua opsi yang biasa dipertanyakan oleh banyak orang yang baru terlibat di dunia rekaman. Menurut saya, opsi menggunakan audio compressor pada saat merekam trak vocal dapat dipilih bergantung dari kondisi dari studio rekaman serta keinginan vocalist. Walaupun secara pribadi saya lebih memilih untuk merekam track vocal secara polos tanpa menggunakan audio effect apapun (dry signal) agar dapat mempertahankan keaslian sinyal yang direkam, baru kemudian menambahkan audio compressor (dan audio effect lainnya ) pada saat proses mixing. Salah satu alasan mengapa hal tersebut ssaya lakukan adalah agar pada saat mixing, saya dapat bereksperimen dengan berbagai jenis dan merk audio compressor ( baik audio compressor hardware maupun software ) serta konfigurasinya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Memang ada beberapa alasan mengapa seorang mixing engineer memilih opsi pertama , salah satunya adalah agar vocalist dapat memonitor suaranya secara jelas dan rata pada saat ia sedang direkam. Namun sebenarnya kondisi demikian dapat diakali dengan menempatkan audio compressor pada monitor bus sehingga vocalist tetap dapat memonitor suaranya yang telah diberikan effect audio compressor tersebut namun dilain pihak, suara yang terekam tetap polos tanpa effect apapun (dry signal ).
Terlepas dari opsi apapun yang anda pilih dari kedua opsi diatas, audio compressor untuk vocal tetap harus dikonfigurasikan. Beberapa konfigurasi yang biasa saya gunakan pada audio compressor adalah sebagai berikut:

Setting Noise Gates

Satu hal yang perlu diingat bahwa selain menghilangkan dynamic range, audio compressors juga menambah noise pada sinyal yang direkam. Untuk menghilangkan noise tersebut, anda harus mengakalinya dengan mengatur setting noise gate (pada beberapa jenis audio compressor bisa disingkat dengan gates). Pada track vocal, noise gate sangat efektif untuk menghilangkan noise dari suara – suara yang tidak diperlukan seperti bocoran suara dari headphone vocalist, atau suara dari pergerakkan tubuh vocalist, suara kertas ketika vocalist membuka catatan lyrics, dll.
Noise gates memiliki dua parameter yaitu Noise floor threshold dan Rate. Noise floor threshold berfungsi untuk menghilangkan semua sinyal dibawah threshold yang kita tentukan. Noise floor threshold untuk track vocal biasanya sekitar -50db sampai dengan -10db (saya pribadi umumnya mematok level noise floor threshold sekitar -30db ). Sementara parameter Rate membuat sinyal yang dihilangkan oleh noise gate tersebut menghilang secara “fades out”. Hal ini diperlukan agar noise gate tidak memotong sinyal secara kasar yang dapat membuat ujung kalimat yang dinyanyikan vocalist ikut terpotong. Parameter Rate untuk track vocal biasanya sekitar 1 sampai dengan 1,5 sec.

Setting Treshold

Treshold adalah batasan level yang dijadikan acuan oleh audio compressor untuk mulai bekerja. Jika anda menset threshold di -10 misalnya, maka audio compressor akan mulai bekerja ketika level sinyal telah melebihi -10. Level -10 sendiri merupakan setting threshold yang biasa saya gunakan untuk track vocal.
Setting Ratio
Ratio 2:1 merupakan setting yang paling banyak digunakan untuk audio compressor pada hampir semua track, termasuk track vocal. 2:1 berarti bahwa audio compressor memerlukan 2 db energi suara untuk menaikkan output meter sebanyak 1 db. Untuk lebih mudahnya, anda dapat menganggap angka didepan sebagai db In dan angka dibelakang sebagai db Out. Dengan demikian, maka i pada setting ratio 2:1, anda dapat membacanya sebagai 2 db In = 1 db Out

Setting Attack dan Release:
Konfigurasi atau setting attack dan realese audio compressor pada track vocal merupakan satu hal yang tidak terlalu mudah dilakukan atau dijelaskan. Jika anda salah dalam menenkofigurasikannya, maka efek dari audio compressor dapat saja terlambat mengkompresi sinyal atau terlambat melepaskan kompresinya. Saran saya, sebelum anda dapat memahami kedua setting tersebut ( yang membutuhkan banyak eksperimen ), gunakan parameter fast attack , dan atur parameter realese secukupnya agar suara dari vocal tetap terdengar natural.

Setting output
Setting output akan menentukan keluaran akhir dari sinyal suara yang keluar dari audio compressor. Seringkali kompresi yang dilakukan oleh audio compressor membuat sinyal suara menjadi melemah sehingga anda perlu mengangkat level output agar sinyal terdengar lebih kuat. Biasanya level output tersebut diatur agar mendekati ( dan tidak melebihi ) 0 db.


Andrian Roult

Review Cakewalk Sonar XL 8.5


Meskipun karena satu dan lain hal saya lebih banyak menggunakan nuendo untuk proses rekaman maupun mixing di studio, namun secara pribadi saya harus mengatakan bahwa cakewalk sonar xl merupakan software multitrack recording yang sangat powerfull, terutama setelah cakewalk sonar xl versi 4. Bukan cuma berdasarkan tampilan, namun fungsi, kecepatan dan feature-feature cakewalk sonar xl terus menerus mengalami peningkatan yang signifikan. Selain itu, cakewalk sonar xl juga merupakan sebuah aplikasi under windows yang telah teroptimasi dengan baik, sehingga komputer tidak sering mengalami crash ketika menjalankan fungsi merekam, editing maupun mixing. Sejak di release-nya versi 8, menurut saya cakewalk sonar xl telah dapat menyamai bahkan melebihi software MIDI sequencer lainnya (terutama di bagian-bagian yang sangat penting misalnya hardware integration, dll).

Pada cakewalk sonar xl producer versi 8.5, salah satu hal yang membuat saya kagum adalah jumlah add ins yang sangat banyak terintegrasi kedalamnya yang merupakan keuntungan tersendiri bagi para musisi digital professional, baik pada proses pembuatan arrangement lagu ataupun mixing. Beberapa contoh add ins ini antara lain:

Session drummer 3
Session drummer merupakan add ins standar sonar untuk membuat drum pattern. Anda tinggal drag n drops file kedalamnya untuk membuat sebuah drum kit sesuai keinginan. Sonar sendiri telah menyediakan file-file drum kit yang memiliki karakter yang sangat baik (dan gratis) yang dapat anda gunakan.

Matrix View
Add ins ini dapat digunakan jika anda sering membuat musik dengan sample, sequence one shot. Cara kerjanya sedikit mirip Ableton Live, sedikit mirip Fantom’s Pad.

Roland V-Vocal
Dikarenakan Roland kiini telah memiliki saham cakewalk , maka teknologi Roland VariPhrase kini telah diintegrasikan kedalam cakewalk sonar xl. Teknologi tersebut merupakan jawaban sonar terhadap Vari Audio yang dimiliki Cubase, dan tentunya Melodyne serta Auto Tune.
Ketiga add ins diatas hanyalah sedikit contoh dari add ins yang terintegrasi kedalam sonar 8.5. Masih banyak feature lainnya yang menurut saya telah membuat cakewalk sonar xl telah dapat melebihi Cubase dan ProTools LE ( walaupun jumlah dan kehebatan feature dari sebuah aplikasi hanya merupakan sebagian penting dari banyak hal yang menentukan keseluruhan proses pembuatan, perekaman dan mixing lagu ).


Andrian Roult

Dua alternatif cara panning drum


Pada proses mixing, pengaturan panpot drum atau biasa disebut dengan panning drum merupakan hal yang sangat mutlak, terutama jika anda merekam drum secara manual dan tidak menggunakan drum loops yang sudah jadi (yang biasanya telah diatur panning-nya oleh pembuat loops tersebut). Dua alternatif cara panning drum yang biasa digunakan oleh mixing engineer terbagi atas dua jenis yaitu: panning drum berdasarkan perspektif drummer serta panning drum berdasarkan perspektif audience (penonton).
Seperti halnya proses lain di dalam mixing, sebenarnya tidak ada salah benar dalam pemilihan salah satu dari alternatif tersebut karena hal itu bergantung selera dari mixing engineer yang memprosesnya, namun saya pribadi biasanya lebih memilih cara panning drum berdasarkan perspektif audience.
Menggunakan perspektif seperti disebut diatas, maka pada saat panning drum, posisi hi-hat biasanya di putar ke sekitar arah jam 3.00 atau jam 4.00, sementara kick dibiarkan tetap di posisi center (posisi jam 12.00). Sama halnya dengan kick, snare pun biasanya diposisikan di center. Namun pada beberapa project lagu, snare tersebut sedikit saya geser ke arah jam 12.30 atau jam 1.00. Untuk panning tom biasanya tergantung dari jumlah tom tersebut. Jika berjumlah tiga misalnya (tom1, tom 2 dan floor ), maka tom 1 biasanya di panning ke arah antara posisi jam 2.00 atau jam 3.00, tom 2 di tengah (center), lalu floor di posisiskan berseberangan dengan posisi tom 1 yaitu antara jam 9.00 atau jam 10.00. Kemudian left dan right cymbal diposisikan ke arah jam 8.30 dan jam 3.30.
Alternatif lain dari panning drum adalah dengan menggunakan perspektif drummer. Jika anda ingin menggunakan perspektif demikian, anda tinggal membalikkan posisi yang telah saya jelaskan diatas kiri ke kanan dan sebaliknya. Misalnya hi-hat di posisi jam 9.00 atau jam 8.00 tom 1 di posisikan ke arah jam 10.00 atau 9.00 dan seterusnya


Andrian Roult